Jumat, 17 April 2020

Artikel Argumentasi MNC Ekonomi Internasional


PERANAN PEMERINTAH TIONGKOK DALAM MELINDUNGI MNC LOKAL TERHADAP PERSAINGAN BISNIS PERUSAHAAN MNC UBER (STUDI KASUS : UBER DI TIONGKOK)
Thomi Fauzan, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Jalan.H.S.Ronggowaluyo Sirnabaya , Puseurjaya, TelukJambe Timur , Karawang , 41361 ,


Abstrak
Kegagalan Uber dalam hal menjalankan operasional di banyak negara (MNC) menjadikan Uber kalah persaingan di pasar Tiongkok . Uber adalah jaringan transportasi asal California Amerika Serikat yang menciptakan aplikasi penyedia transportasi yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan langsung dan didalam nya disediakan fitur chat dimana penumpang dan sopir bisa saling berkomunikasi . Tujuan dibuat nya artikel argumentasi ini untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah dalam melindungi MNC lokal ,  Saat memasuki Tiongkok Uber mengalami berbagai hambatan saat berada di lapangan karena Tiongkok merupakan negara yang sangat peduli terhadap keluarga atau keturunannya serta apapun yang berhubungan dengan Tiongkok. Didi Chuxing salah satu pesaing nya di Tiongkok mendapatkan perlakuan lebih dari pemerintah karena Didi Chuxing merupakan MNC lokal. Penguasaan market share yang diidapatkan oleh Didi Chuxing lebih banyak dipengaruhi oleh hubungan dengan pemerintah .


Kata Kunci :, Pemerintah , MNC , Uber , Tiongkok , Didi Chuxing

Abstract


Uber's failure to operate in many countries (MNC) has made Uber lose competition in the Chinese market. Uber is a transportation network from California, United States, which creates a transportation provider application that connects passengers with rental vehicle drivers and a direct ride service and provides chat features where passengers and drivers can communicate with each other. The purpose of this argumentation article is to find out how the role of government in protecting local MNCs. When entering China, Uber experiences various obstacles while in the field because China is a country that is very concerned about its family or descendants as well as anything related to China. Didi Chuxing, one of its competitors in China, gets more treatment from the government because Didi Chuxing is a local MNC. The mastery of the market share gained by Didi Chuxing was more influenced by relations with the government.

Keyword : Government, MNC, Uber, China, Didi Chuxing


PENDAHULUAN

Latar Belakang
Saat ini semakin banyak jaringan transportasi di dunia dan bermacam – macam jenis nya  , salah satu nya yaitu Uber , Uber adalah jaringan transportasi asal California Amerika Serikat  menciptakan aplikasi penyedia transportasi yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan langsung. . Uber sudah mengembangkan bisnis nya ke seluruh dunia , sampai saat ini Uber telah berhasil melebarkan bisnis nya hingga 528 kota di seluruh dunia , akan tetapi sering mendapatkan kritikan dari berbagai negara dimana kritikan tersebut berasal dari negaranya sendiri yaitu di California Amerika Serikat dimana pada saat tahun 2013 Uber menaikan harganya pada saat jam sibuk kepada pelanggannya , hal itu membuat Uber kebanjiran komentar negative Kalanick pendiri Uber melakukan pembelaan terhadap Uber demi memperbaiki kemarahan publik Uber mencoba menyeimbangkan model harganya dengan membatasi kenaikan tariff yang tidak terlalu tinggi.
Uber memulai aksinya melebarkan bisnisnya ke Tiongkok , karena Tiongkok sebagai emerging country (pasar yang maju) dengan proyeksi 221 kota yang memiliki populasi satu juta atau lebih , sangat menarik pasar untuk Uber yang berpandangan internasional ini.  Dengan mengetahui keadaan tersebut Uber langsung menetapkan Tiongkok sebagai tujuan internasionalisasinya . Uber merasa yakin dan optimis bisa mengembangkan bisnisnya di Tiongkok karena dinegaranya Uber terus mengalami peningkatan setelah hanya 6 bulan beroperasi di negaranya Uber telah meraup kekayaan sebesar $60 juta
Saat memasuki Tiongkok Uber mendapati beberapa perbedaan keadaan selama berada di Tiongkok dengan Amerika Serikat , dimana pasarnya yang kompleks membuat uber tidak bisa memprediksi hal hal atau kemungkinan yang akan muncul . Sebelumnya Uber berhasil memimpin pasar yang beragam contohnya seperti di : India , Afrika Selatan dan Inggris , namun tidak berlaku di Tiongkok . dimana di Tiongkok Uber mempunyai pesaing competitor nya yang bernama Didi Chuxing yang merupakan perusahaan ridesharing local Tiongkok yang telah lebih dulu beroperasi , salah satu hambatan Uber saat berada di Tiongkok adalah perang harga yang dilakukan pesaingnya Didi Chuxing terlalu berlebihan , Didi Chuxing berani memberikan harga dengan harga yang sangat murah ke pelanggan nya karena bertujuan untuk mengusir pesaingnya (uber) dari pasar , Didi Chuxing memberikan diskon dalam jumlah yang sangat besar membuat Uber mengalami kerugian hampir US1 Miliar pertahun nya.
Saat uber memasuki Tiongkok , Pemerintah Tiongkok belum melegalkan beroperasinya bisnis ridesharing baik Uber maupun Didi Chuxing . Uber dan Didi Chuxing Keduanya beroperasi dengan mengizinkan beberapa pengemudi mereka menggunakan mobil milik pribadi mereka meskipun hanya beberapa yang mengizinkan adalah pihak berwenang setempat, seperti di Shanghai . Di Amerika Serikat juga terdapat beberapa regulasi yang dikontrol oleh pemerintah daerah namun dalam implementasinya, regulasi di Amerika Serikat lebih tidak mudah berubah sehingga tidak membuat pelaku usaha merasa bingung seperti di Tiongkok.
 Setelah sebelumnya Uber dan Didi beroperasi di legal gray area karena kebanyakan hanya mendapat izin dari Pemerintah kota sehingga secara teknis keduanya baik Uber maupun Didi beroperasi secara ilegal. Lalu Pemerintah Tiongkok mengeluarkan draft peraturan yang akan memberlakukan pembatasan layanan ridesharing yang dapat meningkatkan biaya Uber dan Didi Chuxing.  Peraturan anti-migran baru mulai diimplementasikan oleh pemerintah Tiongkok , Pemerintah bekerja sama dengan Didi Chuxing menawarkan  jenis layanan yakni memungkinkan pengguna memanggil/memesan taksi tradisional dalam artian pengguna dipaksa untuk memesan taksi yang berasal dari negaranya (Didi Chuxing) , aturan tersebut juga meminta pengemudi yang mengendarai tidak hanya memiliki plat nomor lokal, tapi juga hukou local (salah satu aturan yang berasal dari Tiongkok  yang berupa Identitas diri secara resmi mengidentifikasi seseorang sebagai penduduk suatu daerah ).  

Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas maka penulis mengidentifikasi beberapa masalah yaitu : Bagaimana peran pemerintah tiongkok dalam melindungi MNC lokal

Masalah Tujuan
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah Tiongkok dalam melindungi MNC lokal

Manfaat
Manfaat untuk penulis menambah wawasan tentang bagaimana proses perkembangan MNC dan menambah wawasan akan kuatnya peran pemerintah dalam melindungi MNC local , Manfaat untuk umum dapat dijadikan sarana / masukan untuk menyusun ulang strategi dalam menjalankan operasional di banyak negara (MNC) .

Kesimpulan
Uber merupakan jaringan transportasi asal California Amerika Serikat , Uber sangat optimis dalam menjalankan operasional di banyak negara  karena dia telah berhasil sukses mengalami peningkatan bisnisnya di negaranya  , lalu uber mencoba memasuki Tiongkok karena Tiongkok merupakan pasar yang maju , mengetahui hal tersebut Uber langsung menetapkan tujuan internasionalisanya ke Tiongkok , namun sesaat di Tiongkok , tidak sesuai yang diharapkan Uber terus mengalami kerugian yang begitu besar tiap tahun nya karena pesaing competitornya yaitu Didi Chuxing perusahaan local yang lebih dulu beroperasi di Tiongkok selalu menekan Uber untuk pergi dari Tiongkok dengan cara melakukan kerjasama dengan pemerintah Tiongkok , mengingat Tiongkok merupakan negara yang sangat peduli terhadap keluarga atau keturunannya , Didi Chuxing mendapatkan perlakuan lebih dari pemerintah karena Didi Chuxing merupakan MNC Lokal.

Saran
Seharusnya uber bisa memperhitungkan dengan matang dan memikirkan dampak seperti apa yang akan di alami kedepan nya jika ingin mengoperasikan layanan nya di negara lain , dan juga harus mencermati kebijakan di negara lain agar uber bisa mengoperasikan layanan nya di negara lain dengan legal sesuai dengan ketetapan / kebijakan di negara tempat uber mengoperasikan layanan nya .




DAFTAR PUSTAKA
Kumala Kurniawidi Susilo “Kegagalan Internasionalisasi MNC di Suatu Negara : Studi kasus kegagalan internasionalisasi Uber di Tiongkok” , Program Studi Sarjana Ilmu Hubungan Internasional , Universitas Airlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar