PERANAN PEMERINTAH
TIONGKOK DALAM MELINDUNGI MNC LOKAL TERHADAP PERSAINGAN BISNIS PERUSAHAAN MNC
UBER (STUDI KASUS : UBER DI TIONGKOK)
Thomi
Fauzan, Universitas Buana Perjuangan
Karawang, Jalan.H.S.Ronggowaluyo Sirnabaya , Puseurjaya, TelukJambe Timur ,
Karawang , 41361 ,
Abstrak
Kegagalan
Uber dalam hal menjalankan operasional di banyak negara (MNC) menjadikan Uber
kalah persaingan di pasar Tiongkok . Uber
adalah jaringan transportasi asal California Amerika Serikat yang menciptakan
aplikasi penyedia transportasi yang menghubungkan penumpang dengan sopir
kendaraan sewaan serta layanan tumpangan langsung dan didalam nya disediakan
fitur chat dimana penumpang dan sopir bisa saling berkomunikasi . Tujuan dibuat nya artikel argumentasi ini untuk mengetahui
bagaimana peran pemerintah dalam melindungi MNC lokal , Saat memasuki Tiongkok Uber
mengalami berbagai hambatan saat berada di lapangan karena Tiongkok
merupakan negara yang sangat peduli terhadap keluarga atau keturunannya serta
apapun yang berhubungan dengan Tiongkok. Didi Chuxing salah satu pesaing nya di
Tiongkok mendapatkan perlakuan lebih dari pemerintah karena Didi Chuxing
merupakan MNC lokal. Penguasaan market share yang diidapatkan oleh Didi Chuxing
lebih banyak dipengaruhi oleh hubungan dengan pemerintah .
Kata Kunci :, Pemerintah , MNC , Uber , Tiongkok ,
Didi Chuxing
Abstract
Uber's failure to operate in many countries (MNC) has
made Uber lose competition in the Chinese market. Uber is a transportation
network from California, United States, which creates a transportation provider
application that connects passengers with rental vehicle drivers and a direct
ride service and provides chat features where passengers and drivers can
communicate with each other. The purpose of this argumentation article is to
find out how the role of government in protecting local MNCs. When entering
China, Uber experiences various obstacles while in the field because China is a
country that is very concerned about its family or descendants as well as
anything related to China. Didi Chuxing, one of its competitors in China, gets
more treatment from the government because Didi Chuxing is a local MNC. The
mastery of the market share gained by Didi Chuxing was more influenced by
relations with the government.
Keyword : Government, MNC, Uber, China, Didi Chuxing
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Saat ini semakin banyak jaringan transportasi di dunia
dan bermacam – macam jenis nya , salah
satu nya yaitu Uber , Uber adalah jaringan transportasi asal California Amerika
Serikat menciptakan aplikasi penyedia
transportasi yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta
layanan tumpangan langsung. . Uber sudah mengembangkan bisnis nya ke seluruh
dunia , sampai saat ini Uber telah berhasil melebarkan bisnis nya hingga 528
kota di seluruh dunia , akan tetapi sering mendapatkan kritikan dari berbagai
negara dimana kritikan tersebut berasal dari negaranya sendiri yaitu di
California Amerika Serikat dimana pada saat tahun 2013 Uber menaikan harganya
pada saat jam sibuk kepada pelanggannya , hal itu membuat Uber kebanjiran
komentar negative Kalanick pendiri Uber melakukan pembelaan terhadap Uber demi
memperbaiki kemarahan publik Uber mencoba menyeimbangkan model harganya dengan
membatasi kenaikan tariff yang tidak terlalu tinggi.
Uber memulai aksinya melebarkan bisnisnya ke Tiongkok ,
karena Tiongkok sebagai emerging country
(pasar yang maju) dengan proyeksi 221 kota yang memiliki populasi satu juta
atau lebih , sangat menarik pasar untuk Uber yang berpandangan internasional
ini. Dengan mengetahui keadaan tersebut
Uber langsung menetapkan Tiongkok sebagai tujuan internasionalisasinya . Uber
merasa yakin dan optimis bisa mengembangkan bisnisnya di Tiongkok karena
dinegaranya Uber terus mengalami peningkatan setelah hanya 6 bulan beroperasi
di negaranya Uber telah meraup kekayaan sebesar $60 juta
Saat memasuki Tiongkok Uber mendapati beberapa
perbedaan keadaan selama berada di Tiongkok dengan Amerika Serikat , dimana
pasarnya yang kompleks membuat uber tidak bisa memprediksi hal hal atau
kemungkinan yang akan muncul . Sebelumnya Uber berhasil memimpin pasar yang
beragam contohnya seperti di : India , Afrika Selatan dan Inggris , namun tidak
berlaku di Tiongkok . dimana di Tiongkok Uber mempunyai pesaing competitor nya
yang bernama Didi Chuxing yang merupakan perusahaan ridesharing local Tiongkok yang
telah lebih dulu beroperasi , salah satu hambatan Uber saat berada di Tiongkok
adalah perang harga yang dilakukan pesaingnya Didi Chuxing terlalu berlebihan ,
Didi Chuxing berani memberikan harga dengan harga yang sangat murah ke
pelanggan nya karena bertujuan untuk mengusir pesaingnya (uber) dari pasar , Didi
Chuxing memberikan diskon dalam jumlah yang sangat besar membuat Uber mengalami
kerugian hampir US1 Miliar pertahun nya.
Saat uber memasuki Tiongkok , Pemerintah Tiongkok
belum melegalkan beroperasinya bisnis ridesharing baik Uber maupun Didi Chuxing
. Uber dan Didi Chuxing Keduanya beroperasi dengan mengizinkan beberapa
pengemudi mereka menggunakan mobil milik pribadi mereka meskipun hanya beberapa
yang mengizinkan adalah pihak berwenang setempat, seperti di Shanghai . Di
Amerika Serikat juga terdapat beberapa regulasi yang dikontrol oleh pemerintah
daerah namun dalam implementasinya, regulasi di Amerika Serikat lebih tidak
mudah berubah sehingga tidak membuat pelaku usaha merasa bingung seperti di
Tiongkok.
Setelah
sebelumnya Uber dan Didi beroperasi di legal gray area karena kebanyakan hanya
mendapat izin dari Pemerintah kota sehingga secara teknis keduanya baik Uber
maupun Didi beroperasi secara ilegal. Lalu Pemerintah Tiongkok mengeluarkan
draft peraturan yang akan memberlakukan pembatasan layanan ridesharing yang
dapat meningkatkan biaya Uber dan Didi Chuxing.
Peraturan anti-migran baru mulai diimplementasikan oleh pemerintah
Tiongkok , Pemerintah bekerja sama dengan Didi Chuxing menawarkan jenis layanan yakni memungkinkan pengguna memanggil/memesan
taksi tradisional dalam artian pengguna dipaksa untuk memesan taksi yang
berasal dari negaranya (Didi Chuxing) , aturan tersebut juga meminta pengemudi
yang mengendarai tidak hanya memiliki plat nomor lokal, tapi juga hukou local
(salah satu aturan yang berasal dari Tiongkok
yang berupa Identitas diri
secara resmi mengidentifikasi seseorang sebagai penduduk suatu daerah ).
Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas maka penulis
mengidentifikasi beberapa masalah yaitu : Bagaimana peran pemerintah tiongkok
dalam melindungi MNC lokal
Masalah Tujuan
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
peran pemerintah Tiongkok dalam melindungi MNC lokal
Manfaat
Manfaat untuk penulis menambah wawasan tentang
bagaimana proses perkembangan MNC dan menambah wawasan akan kuatnya peran
pemerintah dalam melindungi MNC local , Manfaat untuk umum dapat dijadikan
sarana / masukan untuk menyusun ulang strategi dalam menjalankan operasional di
banyak negara (MNC) .
Kesimpulan
Uber merupakan jaringan transportasi asal California
Amerika Serikat , Uber sangat optimis dalam menjalankan operasional di banyak
negara karena dia telah berhasil sukses
mengalami peningkatan bisnisnya di negaranya
, lalu uber mencoba memasuki Tiongkok karena Tiongkok merupakan pasar
yang maju , mengetahui hal tersebut Uber langsung menetapkan tujuan
internasionalisanya ke Tiongkok , namun sesaat di Tiongkok , tidak sesuai yang
diharapkan Uber terus mengalami kerugian yang begitu besar tiap tahun nya
karena pesaing competitornya yaitu Didi Chuxing perusahaan local yang lebih dulu
beroperasi di Tiongkok selalu menekan Uber untuk pergi dari Tiongkok dengan
cara melakukan kerjasama dengan pemerintah Tiongkok , mengingat Tiongkok
merupakan negara yang sangat peduli terhadap keluarga atau keturunannya , Didi
Chuxing mendapatkan perlakuan lebih dari pemerintah karena Didi Chuxing
merupakan MNC Lokal.
Saran
Seharusnya uber bisa memperhitungkan dengan matang dan
memikirkan dampak seperti apa yang akan di alami kedepan nya jika ingin
mengoperasikan layanan nya di negara lain , dan juga harus mencermati kebijakan
di negara lain agar uber bisa mengoperasikan layanan nya di negara lain dengan
legal sesuai dengan ketetapan / kebijakan di negara tempat uber mengoperasikan
layanan nya .
DAFTAR PUSTAKA
Kumala
Kurniawidi Susilo “Kegagalan Internasionalisasi MNC di Suatu Negara : Studi
kasus kegagalan internasionalisasi Uber di Tiongkok” , Program Studi Sarjana
Ilmu Hubungan Internasional , Universitas Airlangga